Serial Asobo Studio kembali lewat prekuel spinoff bertajuk review Resonance A Plague Tale Legacy yang mencoba merombak formula lama secara drastis. Tanpa kehadiran kawanan tikus pemakan manusia yang ikonik, game action adventure ini justru menggantinya dengan pertempuran jarak dekat menggunakan pedang. Langkah berani ini tentu mengundang tanya, apakah formula baru tersebut berhasil atau justru membuat serial ini kehilangan magisnya?
Sebagai pemain yang terbiasa menyelamatkan diri secara sembunyi-sembunyi sebagai anak-anak di seri sebelumnya, transisi menjadi sosok petarung tangguh terasa sangat kontras.
Banyak kritikus industri game menyoroti bagaimana perpindahan genre ini membawa warna baru, meski tidak semua eksperimen berjalan mulus di sepanjang permainan.
Artikel review Resonance A Plague Tale Legacy ini akan membedah secara objektif mengapa spinoff ini menuai pro dan kontra di kalangan komunitas gamer.
Kelebihan
- Lingkungan game yang tetap tampil memukau dan sinematik
- Teka-teki manipulasi cahaya yang sederhana namun cukup menghibur
- Eksplorasi sejarah peradaban kuno yang menarik untuk diikuti
Kekurangan
- Sistem pertarungan melee terasa dangkal dan cepat membosankan
- Pengembangan karakter pendukung kurang mendalam dan berkesan
- Transisi mekanik stealth ke aksi langsung kurang mulus
Eksplorasi Mekanik Baru di Resonance A Plague Tale Legacy
Perubahan terbesar yang diusung dalam review Resonance A Plague Tale Legacy terletak pada perombakan total dari elemen sembunyi-sembunyi menuju aksi tempur langsung. Karakter utama kini memegang pedang, melakukan parry, serta menangkis serangan musuh di area arena yang tergolong sempit.
"Pertarungan melee yang disajikan terasa cukup repetitif dan kurang memiliki kedalaman taktis," ujar salah satu pengamat industri game setelah menamatkan kampanye utamanya.
Meskipun ada tambahan pohon skill untuk membuka kemampuan baru, peningkatan tersebut tidak terlalu drastis mengubah monotonnya bentrokan fisik di sepanjang permainan.
Untungnya, aspek teka-teki pemecahan cahaya kuno masih dipertahankan untuk memberikan jeda yang menyegarkan dari ketegangan pertempuran arena yang dangkal.
Kelebihan dan Kekurangan Resonance A Plague Tale Legacy
Menilai sebuah spinoff tentu menuntut objektivitas tinggi terkait kualitas narasi yang dibawakan. Kisah masa lalu Sophia sebagai tokoh utama memang memberikan latar belakang tambahan, meski sayangnya karakternya tidak mengalami perkembangan berarti dari awal hingga akhir cerita.
Di sisi lain, misteri peradaban kuno yang terungkap lewat kilas balik justru menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menyelamatkan alur cerita utama dari kejenuhan.
Para karakter pendukung seperti Leni atau Faro juga belum mampu meninggalkan kesan mendalam layaknya hubungan emosional antara Amicia dan Hugo di seri pendahulunya.
Secara keseluruhan, review Resonance A Plague Tale Legacy menunjukkan bahwa keberanian mencoba hal baru patut diapresiasi, meski eksekusi akhirnya menyisakan banyak ruang untuk perbaikan di masa mendatang.