Bagi pencinta game genre role-playing, nama Baldur's Gate 3 tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Game garapan Larian Studios ini sukses mencuri perhatian jutaan pemain di seluruh dunia dengan narasi yang mendalam dan kebebasan mutlak. Melalui review Baldur's Gate 3 ini, kita akan menguliti tuntas apa saja yang membuat game tersebut begitu dicintai sekaligus ditakuti karena durasi mainnya yang bikin lupa waktu.

Menghabiskan waktu lebih dari seribu jam di dalam game ini mungkin terdengar berlebihan bagi sebagian orang. Namun, bagi para veteran genre RPG, angka tersebut adalah bukti nyata betapa kaya konten yang ditawarkan oleh sang pengembang.

Larian Studios sendiri sempat membocorkan bahwa mesin game in-house mereka sengaja tidak mengejar tren grafis paling hiper-realistis demi menjaga skala tim dan stabilitas teknis. Keputusan ini terbukti jitu dalam melahirkan mahakarya yang stabil.

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana batasan teknis di masa lalu justru membentuk mahakarya ini, serta intrik menarik seputar persiapan proyek sekuel mereka berikutnya.

Nama Produk Baldur's Gate 3
Rilis 2023-08-03
Provider Larian Studios
Platform PC

Kelebihan

  • Kebebasan pilihan pemain yang berdampak masif pada alur cerita
  • Karakter pendamping yang memorabel dengan kedalaman cerita emosional
  • Sistem pertarungan taktis berbasis giliran yang sangat mendalam

Kekurangan

  • Durasi permainan yang terlalu panjang bisa memakan waktu hidup pemain
  • Batasan teknis multiplayer dalam transisi antar babak di versi sebelumnya
  • Kurva belajar yang cukup curam bagi pemain pemula genre CRPG

Batasan Teknis dan Kebebasan di Baldur's Gate 3

Karakter ikonik Larian Studios siap temani perjalanan epik para gamer.
Petualangan seru di dunia Baldur's Gate 3 yang ramah bagi pemain pemula.

Di balik kesuksesan besar Baldur's Gate 3, terdapat cerita menarik mengenai dapur pacu pembuatan game ini. Direktur teknis Larian Studios, Bert van Semmertier, mengungkapkan bahwa mereka sengaja tidak terlalu memaksakan diri mengejar tren grafis tercanggih demi fokus pada kedalaman simulasi.

Meskipun demikian, game ini tidak luput dari kendala teknis masa lalu. Salah satu ganjalan terbesar dalam mode multiplayer adalah aturan perpindahan babak yang mewajibkan seluruh anggota party bergerak bersamaan secara serentak.

"Pemain tidak bisa melompat ke Act 2 secara mandiri jika anggota party lain belum sepakat," ujar van Semmertier menjelaskan kendala struktur naratif tersebut di masa lalu.

Kendala struktural semacam ini sempat membuat pengembangan modifikasi kustom menjadi sedikit lebih lambat. Kendati demikian, Larian memastikan bahwa masalah pembatasan semacam itu tidak akan lagi ditemukan pada proyek sekuel Divinity mendatang.

Masa Depan Genre Rpg dan Proyek Divinity

Kabar mengenai proyek game Divinity terbaru dari Larian Studios sukses memantik antusiasme sekaligus rasa ngeri dari para penggemar beratnya. Pasalnya, absennya batasan teknis pada mesin game iterasi terbaru membuat skala dunia dan durasi permainan berpotensi menjadi jauh lebih masif.

Pihak studio memastikan bahwa tidak ada lagi batasan ketat mengenai seberapa besar sebuah babak atau wilayah dalam game baru mereka nanti. "Tidak ada lagi batasan ukuran untuk sebuah act," ungkap sang pengembang penuh percaya diri.

Bagi para pemain yang sudah menghabiskan ribuan jam menjelajahi setiap sudut peta, berita ini tentu terdengar mengintimidasi sekaligus menggiurkan. Terlebih lagi, peningkatan fitur pembuat karakter dan mekanik interaktif dijanjikan bakal tampil jauh lebih memukau.

Ekspektasi tinggi kini berada di pundak Larian Studios untuk membuktikan apakah mereka sanggup melampaui standar emas yang telah mereka torehkan sendiri melalui petualangan epik di dunia Forgotten Realms.